Maaf gara-gara aku lahir, perhatian ibu jadi lebih fokus
padaku
sehingga kamu jadi dinomor duakan
Maaf jika kelahiranku membuat kasih sayang ibu menjadi
terbagi lagi
Maaf jika dulu ibu selalu membelaku saat kita berantem
Maaf karna aku tidak pernah mau mengalah
Terima kasih telah menjadi kakak yang selalu bersedia
mengalah
Terima kasih selalu membelikan permen dan coklat untukku
sepulang sekolah SD dulu
Terima kasih telah sabar menjemputku pulang sekolah dulu
Terima kasih telah menjadi kakak yang perhatian
Selalu khawatir jika adiknya pulang terlalu malam
Terima kasih untuk selalu membangunkanku di waktu Shubuh
Meskipun aku tidak selalu berhasil untuk bangun
Terima kasih untuk semua itu
Semua kasih sayang seorang kakak pada adiknya
Tapi maaf ya aku tidak merawatmu dengan baik
Maaf karna aku tidak bisa membuatmu sembuh
Maaf karna masakanku selalu tidak enak
Maaf untuk sikapku yang seringkali tidak peduli dengan
apapun
Maaf untuk semua keegoisan itu
Begitu banyak hal yang harus aku perbaiki
Banyak hal yang harusnya kita lewatkan bersama
Banyak sekali rencana yang harusnya terlaksana
Maaf ya aku telah mengeluh saat kamu sakit
Sungguh aku tidak terbiasa sendiri seperti itu
Tapi harus secepat ini ya kamu pergi?
Harus sekarang ya perginya?
Sekarang, tidak apa-apa jika aku harus melakukan semuanya
sendiri
Aku bisa. Aku mau merawatmu, aku mau mengganti impus setiap
hari
Aku mau menyiapkan makanan halus untukmu
Aku mau menyiapkan buah pear kesukaanmu
Aku mau melakukan semua itu jika saja kamu masih ada di sini
Tapi ternyata Allah lebih sayang sama kamu
Allah tidak mau membiarkanmu hidup dalam kesakitan itu
Allah menjemputmu agar kamu bisa menikmati suasana baru,
suasana yang lebih indah
Aku ikhlas, aku rela
Karna kematian membebaskanmu dari rasa sakit itu
Yang tenang ya di sana, aku akan baik-baik saja dan aku akan
berusaha menjadi adik yang baik
Karna aku tahu kamu masih bisa melihatku dari atas sana
Dan, terima kasih untuk waktu yang singkat itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar